Saling Ejek, Napi Kerobokan Baku Hantam

Kompas.com - 13/11/2012, 14:27 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Dua narapidana kasus narkoba yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan, Selasa (13/11/2012), terlibat perkelahian karena masalah sepele. Zainal Arifin, napi blok F baku hantam dengan Edi, napi blok C di halaman depan blok sekitar pukul 09.00 pagi, karena saling ejek soal istri mereka.

"Cuma salah paham, masalahnya juga gak masuk akal, saling ejek, tapi sudah kita damaikan," ujar Kepala Lapas I Gusti Ngurah Wiratna saat memberi keterangan kepada wartawan di Lapas Kerobokan, siang ini.

Akibat perkelahian ini keduanya mengalami luka memar di bagian wajah, namun tidak serius. Untuk mencegah keributan meluas, Kalapas memanggil seluruh penghuni di blok F dan C untuk menyelesaikan masalah ini. "Sudah seperti teletubbies tadi, peluk-pelukan," jelas Wiratna.

Kepala Lapas menegaskan, situasi Lapas Kerobokan kini sudah kondusif dan seluruh pelayanan termasuk kunjungan berjalan normal seperti biasanya. Sejumlah polisi dari Polres Badung saat ini berada di dalam Lapas untuk memantau situasi Lapas pascaperkelahian ini. Sekadar mengingatkan, pada Februari lalu, kerusuhan besar terjadi di Lapas Kerobokan yang dipicu perkelahian antar napi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau